Ini FF karyanya mbak Nizha Miraldi. Berhubung bagus, aku post disini..
- kim yessa pov –
Aku berjalan gontai sambil menyeret koper
besar dengan malas, ini hari pertama ku kembali ke korea setelah tiga
tahun aku berada di Indonesia untuk menghabiskan masa Sma ku atas
permintaan dari halmeoni. Wanita tua menyebalkan itu memaksaku kembali
menginjakkan kakiku ke korea setelah aku merasa nyaman berada di Negara
kepulauan itu, aku tidak mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran
nenek tua itu, selalu seenak jidat mengatur hidupku, sedangkan eomma dan
appa ku hanya bisa menyetujui tanpa pernah memikirkan perasaan ku.
Ah hampir lupa, annyeong kim yessa imnida, biasa di esa oleh teman-temanku di Indonesia,terkadang mereka seenak jidat memanggilku dengan sebutan cina, huh menyebalkan memang, karena aku berasal dari korea bukan dari cina, tapi yah begitulah orang Indonesia, tidak peduli asalnya dari mana, jika ada temannya yang bermata sipit pasti di panggil cina atau n-cex. Dan aku hanya bisa pasrah mendengarnya. Lalu untuk apa aku kembali ke korea lagi? Tentu saja untuk memenuhi keinginan halmeoni agar aku kuliah di seoul university.
Jujur aku sangat benci berada di keramaian, dan sekarang aku harus menunggu di bandara untuk menunggu seseorang menjemputku, melihat orang berlalu lalang di hadapanku membuat kepalaku pusing, aku mengedarkan perhatian ke puluhan yeoja yang sedang berteriak-teriak di luar bandara sambil membawa poster yang bergambar beberapa namja yang tergabung dalam grup bernama super junior, ah siapa yang tidak mengenal super junior? Bahkan sebulan lagi boyband itu membuat gempar gadis-gadis di Indonesia, mereka menangis, menjerit hanya beralasan bertemu super junior, menurutku mereka itu konyol.
Aku melihat sekumpulan namja itu berjalan ke arah ku dengan pakaian mewah melekat di tubuhnya, cih apa mereka kira di bandara tempat fasion show? Apa mereka tidak bisa berpenampilan layaknya manusia normal tanpa pakaian bermerek di badan mereka? Aku tidak habis fikir kenapa banyak orang mengidolakan mereka, melihat mereka saja sudah membuatku sakit kepala, dengan anggota begitu banyak, bagaimana mungkin ratusan ani bahkan jutaan yeoja di dunia hafal nama mereka dan hal-hal kecil tentang mereka.
“ah maafkan saya terlambat agassi” kata seseorang di belakangku, aku rasa dia orang suruhan eomma yang akan menjemputku, baguslah dia sudah datang setidaknya meredam keinginan ku untuk melempar sepatu ketsku ke arah super junior. Apa aku berlebihan? Aku rasa tidak, kalau kalian mengira aku ini antis super junior, jawabannya adalah tidak, aku tidak ingin repot-repot untuk membashing mereka, aku hanya tidak suka melihat mereka, itu saja. Terlalu sering mendengar teman-temanku di Indonesia memuja mereka, membuatku ingin muntah saja.
“ ah Gwenchana ahjushi, pesawatku juga baru saja mendarat” jawabku ramah
“saya saja yang membawa kopernya Agassi” kata orang itu ketika melihatku kesusahan menarik koper, ah baguslah, setidaknya aku tidak perlu membuang-buang tenaga untuk menarik koper sialan itu.
Sepanjang
perjalanan aku asyik melihat-lihat kota seoul yang sudah lama aku
tinggalkan,, aku memang mencintai Indonesia tapi aku juga lebih
mencintai kota kelahiranku. Tempat dimana aku menghabiskan masa kecilku
dengan damai, memang seoul sudah banyak berubah tapi aku masih mengingat
kondisi seoul tiga tahun silam.
Aku mengambil benda tipis berwarna putih dari saku celanaku, benda ajaib yang selalu setia menemaniku, apalagi kalau bukan handphone, aku langsung mengakses twitter, dan taraaa banyak mention dari teman-temanku tentang keberangkatanku kembali ke korea, bukannya mendoakanku agar selamat sampai justru mereka menitip salam untuk super junior.
@fanny : @kim_yessa : esa ^_^ kau benar2 pindah korea? Oh tuhan aku ingin ikut esaaaa, aku ga mau tau, pokok,a sampaikan salam untuk oppaku tercinta di suju
@daraa : @kim_yessa : esa cantik, apa kau membelikanku hoodie keluaran SPAO terbaru? Ayolah aku sangat ingin mempunyai hoodie yang sama seperti oppa suju
Cih apa-apaan ini? Mentionku penuh dengan rengekan mereka tentang super junior, apa mereka gila? Ayolah bahkan mereka sangat sadar kalau aku tidak menyukai hal-hal yang berbau boyband itu, dan sekarang mereka meminta hal itu padaku? Ckckck benar-benar minta di gantung, oh tuhan ingatkan aku untuk mencekik seluruh member bila suatu saat bertemu mereka, kenapa mereka begitu mudah meracuni otak teman-temanku hanya karena tampang mereka. Aku mempunyai ide jahil sekarang, aku akan menulis status tanpa perlu membalas mention mereka satu persatu, setelah itu aku akan menglog-out twitter untuk sementara, karena aku yakin puluhan mention akan masuk saat itu juga.
“ goodbay Indonesia, welcome korea J , oh god aku sangat mencintai korea dan aku tidak mencintai SUPER JUNIOR “
Aku tersenyum puas saat membaca sebaris kalimat yang baru saja aku ketik, dan beberapa saat lagi aku yakin mereka semua akan memperotes habis-habisan apa yang telah aku tulis.
- yesung pov –
Aku
mengedarkan padanganku ke sekitar sungai han, lumayan sepi, mungkin
karena sekarang bukan hari libur dan aku datang di saat yang tepat, aku
tidak perlu memakai alat penyamaran agar di serbu fans ku, hahaha siapa
yang tidak mengenal yesung super junior? Namja bersuara emas di sebuah
boyband yang terkenal se-asia, ah ani bahkan sekarang seluruh duniapun
mengenal kami, apa aku bangga? Tentu saja, aku yakin jutaan orang di
dunia ingin berada diposisiku saat ini, siapa yang yang tidak ingin
kaya, mempunyai fans dan hidup bahagia?.
Ah tapi terkadang aku ingin menjadi namja biasa saja, yang bebas berkeliaran tanpa alat penyamaran, yang tidak perlu takut keluar rumah karena takut di kenali fans, bukannya aku tidak menghargai ELF, aku bahkan mencintai mereka, tapi ada kalanya aku ingin bebas dari itu semua, aku ingin mereka mengenal kim jong woon sebagai namja biasa, bukan namja yang mempunyai suara emas di super junior.
Aku duduk di salah satu bangku, melepas maskerku dan menikmati pemandangan sungai han yang begitu indah dengan puas, sayang aku hanya punya waktu satu jam, karena sebentar lagi aku harus latihan ekstra keras untuk ss4. Rasanya seperti tidak bisa bernafas, aku bahkan baru kemarin menginjakkan kakiku ke korea setelah melangsungkan ss4 macau, dan tidak lama lagi aku akan terbang ke paris lalu ke Indonesia untuk super show di sana.
Aku menyandarkan badan dan kepalaku di bangku, membiarkan angin dengan bebas menerpa wajahku, tapi ketenanganku langsung terusik, ketika seorang yeoja berteriak-teriak tidak jauh dari hadapanku dengan bahasa yang sama sekali aku tidak mengerti.
“APA KAU GILA HAH? Kau pikir aku mau berdiri di dekat kantor SMent bersama fansnya yang lain hanya untuk mendapat tanda tangan lalu memberikannya padamu?”
Aku dapat mendengar jelas teriakan yeoja itu, sepertinya orang yang di telfon sangat membuatnya emosi, aku sebenarnya tidak peduli,tapi aku sangat penasaran ketika nama kantor agensiku keluar dari mulut yeoja itu.
“YA YA YA!!! Apa otak mu tidak bisa untuk tidak memikirkan super junior? Aku bosan mendengarnya bodoh”
Eh? Super junior? Yaaaa!!! Itu boyband ku, sebenarnya apa yang sedang di bicarakan yeoja itu, aish aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia bicarakan, padahal mukanya sama sepertiku, aku yakin dia orang korea, tapi mengapa aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia bicarakan?
“aku tidak mau!!! Tidak mau!!! Aku tidak mau kembali ke Indonesia hanya untuk menemani mu pergi ke konser bodoh itu, kau pikir hanya aku yang bisa bahasa korea? Kalau pun aku menemanimu tidak mungkin kita akan bicara pada idolamu itu, kau itu kalau merengek pakai otak!!”
Astaga, aku tidak tau harus berkomentar apa tentang yeoja ini, wajahnya sangat manis tapi gaya bicaranya tidak beda dengan iblis, meskipun aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, tapi aku yakin yang dia bicarakan sangat menusuk di hati, aigoo sepertinya yeoja ini cocok jika di adu dengan cho kyuhyun.
“terserah kau, kalau aku bertemu dengan super junior? Akan ku tenggelamkan ke dalam sungai Han”
Super junior? Sungai han? Ya tuhan, apa ada yang bisa membantuku mengartikan apa yang yeoja di ucapkan? Sepertinya yeoja itu sangat menakutkan.
- kim yessa pov –
Hampir
saja aku melempar i-phone yang ada di tanganku ke dalam sungai han
setelah menerima telfon dari sahabatku di Indonesia, ini sudah telfon
kesekian kalinya setelah aku tiba di korea, dengan seenak perutnya anak
itu menyuruhku untuk meminta tanda tangan super junior, ah what the
hell? Dan dia bilang akan memberikanku tiket VIP untuk ss4Ina, apa dia
sinting? Di belikan i-phone 4 pun aku belum tentu rela mengantri untuk
mendapatkan tanda tangan super junior.
Hari ini moodku benar-benar hancur, kenapa sekumpulan namja itu selalu sukses membuatku naik darah? Apa aku berlebihan? Ani, aku tidak berlebihan, kalian akan bersikap sama seperti aku jika teman kalian selalu merengek tentang apa yang kalian tidak suka.
Dan apalagi sekarang? Seorang namja sedari tadi memperhatikanku dengan tampang yang sulit di artikan, apa dia penjahat? Mengapa sedari tadi dia terus melihat ke arahku? Bukannya aku sok cantik, tapi di sungai han hari ini hanya ada aku yang sedang berdiri di pinggir sungai dan namja itu yang sedang duduk di bangku sambil memperhatikanku.
Ku langkahkan kakiku ke arahnya, aish aku ke tempat ini untuk menyendiri karna aku bosan di rumah mendengarkan ocehan halmeoni, dan sekarang namja itu mengusikku dengan tatapan matanya, aku paling benci di tatapan orang yang sama sekali tidak ku kenal.
“YA KAU!!! Kenapa kau terus memperhatikan ku hah? Kau pikir aku badut yang dapat kau lihat-lihat?” omelku padanya, dan omona di lihat dari dekat dia tampan sekali, aku tidak yakin kata tampan sudah mewakilkan untuk menggambarkan wajahnya.
Namja itu hanya diam, menatapku seakan-akan aku ini adalah alien yang baru saja turun dari bumi, tidak ada satu kalimatpun yang meluncur dari bibir tipisnya, aigoo apa dia ini autis? Ah sayang sekali jika namja setampan dia tidak normal.
“YAK, ahjushi kenapa kau diam saja hah?” teriakku sekali lagi, sebenarnya aku hanya asal menyebutnya ahjussi, karna aku sama sekali tidak yakin dia namja berumur, errr kau akan menyangsikan umurnya jika melihatnya secara langsung, aku tebak jangan-jangan umurnya tidak lebih dari 22 tahun.
“MWO? Ahjushi? Kau tidak kenal siapa aku?” tanyanya dengan tampang tidak percaya, tahan yessa tahan, kau tidak boleh terpesona dengan wajah tampannya.
Ku gelengkan kepalaku sebagai jawaban atas pertanyaannya, dan dia juga ikut-ikutan menggelengakan kepalanya, aku yakin orang ini memang tidak waras “kenapa kau menggelengkan kepalamu?”Tanya ku penasaran atas tingkahnya.
“kau benar-benar tidak tau siapa aku? Yak!! Anak kecil, kau masih waras kan?” Tanyanya dengan mata di besar-besarkan, mungkin namja ini butuh cermin untuk mengingatkan betapa sipit matanya.
“mwo? Apa kau bilang? Anak kecil? Yak umurku sudah 19 tahun dan kau bilang aku anak kecil? Jangan asal bicara ahjushi” protesku padanya.
“ahjushi? Memangnya kau tau berapa umurku?”
Ah sial, aku sama sekali tidak yakin dengan umurnya “ umm, 22 tahun?” jawabku asal.
Kekehan terdengar jelas dari mulutnya, oh sial!! Sial sial sial, kenapa dia berkali lipat lebih tampan saat tertawa?
“kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” tanyaku keki, aish ini pertama kalinya aku bisa ngobrol panjang lebar dengan orang asing, entah mengapa rasa curigaku meluap entah kemana saat bersamanya.
“ya, kau lucu” ucapnya sambil meneruskan tawanya sambil membungkukkan badannya dan tangannya memegang perutnya, aigoo aku semakin yakin namja ini tidak waras.
Sepertinya dia menyadari tampang cemberutku dan namja itu langsung menghentikan tawanya dan menatap ke arahku “ah mianhae, aku tidak dapat menahan tawaku, sudah lama aku tidak tertawa seperti ini” terangnya padaku.
Ku kibaskan tanganku ke arahnya, pertanda aku sama sekali tidak peduli dengan ucapannya, lebih baik aku pergi dari sini, tidak baik terlalu lama berbicara dengan orang asing.
“hey, kau mau kemana?” Tanya namja itu ketika kakiku sudah berbalik meninggalkannya.
“pulang, aku tidak mau lama-lama dengan orang asing”
“mwo? Kau bercanda, bahkan seluruh yeoja di korea ingin berlama-lama denganku” sahutnya narsis, membuatku ingin sekali melempar sepatu ke arahnya.
Ku hembuskan nafasku kuat-kuat untuk mereda emosiku “ memang kau siapa hah? Super star? Kau anak presiden? Cish cara bicaramu sombong sekali”
Senyum geli tercetak jelas di bibir mungilnya, membuatnya terlihat semakin mempesona “hey aku ini lebih tua dari mu, bagaimana kau bisa berbicara dengan namja berumur 28 tahun dengan sekasar itu?”
Apa dunia sudah gila? Atau namja yang di hadapan ku ini memang gila? Mana mungkin namja dengan muka seimut dia mengaku berumur 28 tahun? Bahkan umur 22 pun tidak pantas di sandangnya karna wajahnya yang sangat . . . ku akui dia sangat baby face.
“aigoo, kenapa kau tidak jadi pelawak saja? Cara bicara sungguh sangat menggelitik, tidak akan ada yang percaya jika kau berumur nyaris kepala tiga”
“aniyo, aku serius, apa kau tidak mengenal super junior yesung? Bahkan banyak orang yang hafal di luar kepala hari ulang tahunku”
Ku garuk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal, ya tuhan!!!!! Apa yang salah denganku? Kenapa hal-hal yang berbau super junior selalu melekat ke arahku, dan sekarang apa lagi? Seorang namja tampan mengaku-ngaku sebagai anggota super junior, sepertinya semua orang ingin aku gila.
“oh ayolah, aku tidak bodoh, meskipun aku tidak menyukai super junior, aku tau mereka super sibuk, tidak akan ada anggotanya yang berkeliaran di sungai han”
“super junior juga manusia, mereka juga berhak menikmati keindahan sungai han”
“ya ya ya , terserah kau saja, aku ingin pulang, annyeong” pamitku padanya.
“YAAAAA! Aku serius jika aku yesung super junior” teriaknya padaku.
"jika kau super junior yesung, maka aku miss a suzy, annyeong ahjushi” teriakku padanya sambil melambaikan tangan ke arahnya.
- yesung pov –
“YA HYUNG!!! Konsentrasi, ini sudah kesekian kalinya kau salah gerakan” omel shindong padaku.
“YA HYUNG!!!! Harusnya kau ke kanan bukan ke kiri” kali ini monyet hutan bernama eunhyuk yang mengomel.
“YA HYUNG!!!! Itu lirik bagianku mengapa kau yang mengambil” bahkan seorang sungmin ikut-ikutan memprotesku.
“YA HYUNG!!!! Ddangkoma tidak akan hilang jika kau tinggal latihan, jadi berkonstrasilah” oke omelan kali ini benar-benar kurang ajar, siapa lagi kalau bukan magnae menyebalkan itu yang mengucapkan.
Ku hempaskan tubuhku ke lantai tempat kami latihan, kepalaku pusing mendengar protes dari para dongsaengku, bahkan leeteuk hyung pun memperingatkanku. Aku benar- benar tidak bisa konsentrasi hari ini, entah mengapa yeoja yang baru kutemui beberapa jam yang lalu memenuhi isi pikiranku.
“kau kenapa hyung? Tidak pernah aku melihatmu seperti ini sebelumnya” Tanya wookie sambil menyerahkan botol minum ke arahku, dia memang sangat perhatian padaku.
“entahlah, aku sendiri tidak mengerti wookie~a” sahutku pelan.
“kalau kau punya masalah bicarakan, jangan kau pendam sendiri” ucap leeteuk hyung sambil menepuk pundakku, sebagai seorang leader dia memang punya aura yang menenangkan.
Aku menimbang-nimbang, apa aku harus ceritakan? Tapi kalau aku pendam aku bisa gila sendiri, wajah yeoja itu sangat jelas dalam bayanganku, baiklah tidak ada salahnya aku bercerita pada semua member, mungkin mereka bisa memberiku solusi “aku bertemu seorang yeoja”
Sebaris kata yang baru saja ku ucapkan ternyata membuat masalah, respon dari mereka sangat berlebihan, mereka langsung membuat lingkaran di sekitarku untuk mendengar ceritaku, bahkan seorang kyuhyun rela untuk mem-pause gamenya untuk mendengar cerita itu.
“YAAAA!!! Kenapa diam saja? Ayoo teruskan hyung” omel eunhyuk
“YAAAAA!!!! Kim jongwoon, jangan membuat kami frustasi, cepat ceritakan siapa yeoja itu” kali ini kyuhyun yang mengeluarkan suara, ku lempar botol kosong ke arahnya, karena sikapnya yang kurang ajar memanggilku tanpa embel-embel hyung.
“yeoja mana yang bisa membuatmu melupakan kura-kura mu hyung?” Tanya donghae sambil terkikik geli, mungkin dia tidak pernah aku kemas ke dalam kaleng sarden.
“aku tidak tau, bahkan aku baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu di dekat sungai han, entah mengapa yeoja itu seperti hantu, terus berkeliaran di pikiranku” ucapku frustasi, ku pandangi wajah seluruh member satu persatu, bukannya ikut prihatin justru mereka tersenyum geli.
“kau jatuh cinta hyung” sahut shindong yang pertama.
“mana mungkin aku bisa jatuh cinta tanpa mengenal nama? Aku bahkan tidak sampai setengah jam berbicara dengannya” kataku gusar.
“kau tidak bisa memilih pada siapa kau jatuh cinta hyung” sahut donghae dramatis, dia memang terlalu romantis jadi seorang namja.
“apa yeoja itu cantik? Aku rasa yeoja itu hebat bisa menggeser posisi moon geun young dari pikiranmu” kali ini siwon yang mengeluarkan pendapatnya.
Ku angkat pundakku untuk menjawab pertanyaan siwon, aku benar-benar tidak tau jawabannya “yah setiap kau melihatnya kau tidak akan bisa berpaling darinya”
“tenang saja hyung, kau itu super junior yesung, tidak akan ada yeoja yang akan menolakmu” sahut kyuhyun menenangkanku, sangat jarang mulutnya mengeluarkan kata-kata berguna.
“sayang, dia sama sekali tidak tau apa-apa tentang kita”
“MWORAGO????” Teriak mereka serempak
“apa dia antis? Aigoo hyung kenapa ketika kau jatuh cinta serumit ini, padahal sangat langka kau bisa jatuh cinta” ucap sungmin frustasi.
“aku rasa yeoja itu bukan antis, antis itu sangat tau setiap detail kehidupan kita” kali ini leeteuk hyung yang berbicara.
“ku rasa kau benar hyung, dia sama sekali tidak tau siapa aku, bahkan dia mengira umurku 22 tahun”
“hahahaha dia yeoja yang unik, aku jadi penasaran” ucap eunhyuk
“kau tidak memberi taunya hyung, kalau kau super junior yesung?” Tanya wookie penasaran.
“aku beri tau, dan dia bilang jika aku super junior yesung maka dia adalah miss a suzy”
Suara
tawa langsung menggema di ruang latihan, bahkan mereka semua
terpingkal-pingkal, aish menyebalkan, jika aku bertemu dengan yeoja itu
lagi akan aku seret ke hadapan mereka.
- kim yessa pov –
Ah
apa yang lebih menyenangkan dari pada musim semi? Melihat bunga sakura
dengan cantiknya bermekaran, membuatmu bisa melangkahkan kaki untuk
berjalan-jalan tanpa perlu repot-repot mengenakan jaket tebal, aku
sangat suka musim semi, membuat ku dengan bebas menghirup udara segar di
sekitarku.
Aku sedang berjalan-jalan Deosyap Ireland Park, Yeouido-dong, daerah di mana tempat stasiun KBS berada *bener ga sih?* aku berada di daerah ini karena ingin bertemu dengan teman di sini, setelah turun Seoul Subway Line 9 aku langsung mencari café yang bernama handel & gratel tempat kami berjanji untuk bertemu, dia bilang di café itu tersedia sandwich yang sangat lezat, ah aku paling suka dengan sandwich apalagi di temani dengan segelas ice cappuccino, itu yang di namakan surga dunia.
Ku langkah kaki untuk masuk ke dalam café, ada beberapa orang yang sedang mengantri untuk memesan, mungkin karena belum memasuki jam makan siang, café ini terlihat tidak begitu ramai, aku sama sekali tidak berniat untuk melihat-lihat interior café ini, aku hanya memikirkan bagaimana caranya mendapat sepotong sandawich setelah beberapa orang yang di hadapanku ini menyingkir. Ku ambil handphone dari saku celanaku, memfokuskan pandangan ku handphone untuk mengetahui dimana posisi temanku.
“annyeong haseyo, selamat datang di handel & gratel, ada yang bisa kami bantu” terdengar sapaan ramah dari penjaga kasir di hadapanku.
“annyeong, aku pesan chicken sandwich with sweet peanut sauce dan ice capp. . .” ucapanku terhenti ketika aku mendongkakkan kepalaku dan melihat siapa pelayan yang ada di hadapanku.
Seorang namja dengan topi hitam, kaos hitam dan sebuah apron merah melekat di tubuhnya sedang menatap ku lekat-lekat, sepertinya dia sama sepertiku, sama-sama terkejut kami bisa bertemu lagi, uh apa dunia ini begitu sempit? Kenapa aku harus bertemu dengan namja gila ini.
“NEO” tunjukku ke arahnya, dia hanya diam, sepertinya gelapan ketahuan bohong denganku, cish anggota super junior mana yang bekerja sampingan jadi pelayan café? Dasar namja tukang bohong.
“ah kau lagi. . aku”
“ya ya ya tidak usah di lanjutkan super junior palsu, seorang pelayan café yang mengaku-ngaku sebagai super junior, ahahaha lucu sekali”
“hey, gunakan matamu nona, coba kau liat foto-foto di sekitar mu”
Ku alihkan pandanganku ke sekitar café ini, mencermati interior dalam café ini, dan benar saja, sebuah foto terpampang dengan jelas, seorang namja sedang memegang gitar * liat super junior kry MV yg judulnya fly* dengan wajah sangat mirip dengan namja yang sedang berdiri di hadapanku dengan senyum puas, dan sebuah poster besar dengan jelas-jelas bertuliskan super junior, ah pabo!!!! Kenapa dari tadi aku tidak menyadari bahwa ini café pemilik member super junior.
“mianhae, sepertinya aku salah masuk café, annyeong” ucapku sebelum kabur dari dalam café ini.
- yesung pov –
Benar
– benar menyenangkan melihat wajah pucatnya ketika aku menyuruh melihat
foto di dalam café, awalnya aku tidak begitu yakin yeoja yang sedang
mengantri di café ku itu yeoja yang sama dengan yeoja yang ku temui
beberapa hari lalu di sungai han, karena sejak mengantri yeoja itu
selalu menundukan kepalanya, sepertinya dia sangat focus pada handphone
yang ada di genggamannya. Tapi ketika dia sudah di hadapan dan aku
menyapa sebagai tanda sopan santun, aku langsung terperangah melihat
yeoja itu mendongakkan kepalanya untuk menyebutkan pesanan, dan ternyata
benar!! Dia orang yang sama, tidak ada yang berbeda dari dia, yeoja itu
hanya semakin cantik di mataku.
“mianhae, sepertinya aku salah masuk café, annyeong” ucapanya tanpa rasa berdosa dan berjalan keluar café.
Segera ku lepas apron yang melekat di tubuhku ke sembarang tempat, menyambar kunci mobil, dan mengambil satu cup ice coffe yang sedang di bawa jongjin, tidak akan ku biarkan dia pergi begitu saja, enak saja!! Dia sudah berkeliaran di pikiranku dan sekarang dia mau pergi? Tidak bisa, dia harus bertanggung jawab.
“hyung kau mau kemana hah? Sebentar lagi café ramai” teriak jongjin kesal.
“mengejar calon kakak iparmu, annyeong jongjin” sahutku tanpa menengok ke arahnya dan terus berlari-lari kecil untuk mengejar yeoja itu sebelum pergi terlalu jauh dari cafeku.
“GILA!!!” aku masih bisa mendengar umpatan jongjin ketika aku baru sampai di depan pintu, aku memang gila jongjin~a, dan aku bisa lebih gila jika aku kehilangan yeoja itu.
Setelah keluar dari café aku langsung melihat ke segala arah, ah itu itu dia, di sebelah kanan, tidak sampai satu meter dari ku, seorang yeoja dengan santainya berjalan ke arah subway, aku segera membuka membuka mobil ku, dan menjalankan ke arah yeoja itu.
Sengaja ku berhentikan mobil sekitar setengah meter darinya, aku keluar dari mobil sambil membereskan pakaian yang ku kenakan, ah aku sangat menyesal kenapa hari ini hanya memakai kaos dan celana selutut.
Yeoja itu menghentikan langkahnya ketika dua langkah lagi dia sampai di hadapanku, dia terdiam, mungkin kaget melihatku sudah berdiri sambil bersandar di mobil padahal belum lama aku masih mengenakan apron dan berdiri di belakang meja kasir.
“mau apa kau? Aku tidak mempunyai urusan denganmu” tanyanya ketus, dengan cepat dia berbalik untuk menghindariku dan dengan sigap pula aku menangkap pergelangan tangannya dan menyeretnya masuk ke dalam mobilku.
“YA YA YA !!!! lepaskan tanganku, aku tidak mau berurusan dengan apapun yang berhubungan dengan super junior” teriaknya kencang di telingaku, dia terus membrontak, tapi tenagaku lebih besar darinya, aku berhasil memasukkannya ke dalam mobil.
Selama 10 menit perjalanan dia hanya diam, sama sekali tidak bertanya aku akan membawanya kemana, tadi aku sempat menelfon sungmin untuk memberi tau seluruh member untuk berkumpul di drom, aku bilang aku sudah menemukan yeoja itu.
“ini, kau pasti haus” kataku sambil menyodorkan satu cup ice coffe yang aku bawa sebelum mengejar dia, yeoja itu hanya diam, melirikku dengan tatapan membunuh tapi tangannya dengan cepat menyambar cup yang aku sodorkan dan menegukknya dengan cepat, aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya.
“kau mau membawa ku kemana?”
“ke drom” jawabku singkat
“mwo? Kau gila hah? Hentikan mobilmu, aku tidak mau bertemu dengan semua teman-temanmu” keluhnya padaku.
“kau harus membiasakan diri, dan diam saja kalau kau masih ingin hidup, aku sedang menyetir dan itu membutuhkan konsentrasi” ucapku padanya, dan sebuah cibiran keluar dari mulutnya, membuatkan tidak tahan untuk menahan tawa.
- kim yessa pov –
Mobil yang di bawa namja
menyebalkan itu berhenti di sebuah apartemen mewah, dia langsung
menarikku turun dan membawaku ke dalam lift, seperti anak kecil tanganku
terus di tarik dalam genggamannya, tapi ku biarkan saja, toh aku sama
sekali tidak mengetahui tempat ini, jadi biarkan saja dia berbuat sesuka
hatinya, entah mengapa aku percaya dia bukan tipe namja yang akan
berbuat hal yang tidak-tidak terhadapku.
Dia melirikku singkat, mungkin untuk memastikan yang dia tarik masih tetap manusia bukan robot, karena sedari tadi aku hanya diam, malas berdebat dengannya, dan aku juga baru sadar aku lupa siapa nama namja ini, yang aku ingat dia mengaku sebagai super junior itu saja.
Sebuah ruangan besar langsung terlihat jelas ketika pintu apartemen di hadapanku terbuka, aku melihat tumpukan sepatu mahal berjejer rapi di depan pintu, baru selangkah aku masuk langsung bisa melihat, sekitar delapan namja dengan tampang yang bisa dikatakan luar biasa sedang duduk di sofa sambil melihat kami dengan tampang penasaran, seolah kami adalah kate middleton dan pangeran William yang sedang berkunjung ke drom ini.
“apa teman-temanmu gila? Kenapa memandangku seperti itu?” bisikku di telinga namja itu, dia hanya tertawa kecil menanggapi pertanyaanku, benar-benar menyebalkan.
“annyeong” sapa mereka serempak dengan senyum menghiasi wajah mereka, aku hanya diam, jujur saja aku bingung ingin berbuat apa, di hadapkan dengan sekumpulan namja tampan membuat kewarasanku menghilang.
“ya hyung, lepaskan tangannya, kami tidak mungkin menerkamnya” kata seorang namja yang sedang duduk sambil memakan pisang. Buru-buru ku lepaskan genggaman namja itu.
“silahkan duduk, tidak usah malu-malu, anggap saja rumah sendiri” kali ini seorang namja dengan dimple di kedua pipinya yang berbicara.
Ku hempaskan tubuhku di atas sofa empuk tanpa menunggu namja yang membawaku duduk terlebih dahulu, ku pandangi mereka satu persatu, mereka benar-benar hasil pahatan tuhan yang sempurna.
“kau tau siapa kami?” Tanya seorang namja manis dengan lesung pipi dan badannya juga paling kekar di antara yang lain, aku tau siapa namja ini, karna pernah di gosipkan dengan salah satu artis di Indonesia.
“ne, super junior atau biasa orang sebut dengan suju” jawabku malas.
“ siapa yang kau kenal di antara kami?” Tanya namja manis yang duduk di samping namja yang tadi sempat memakan pisang.
Ku tunjuk namja yang mempunyai lesung pipi tadi, membuat namja yang tadi menyeretku ke sini sedikit gusar.
“kau kenal siwon?” Tanya namja di sampingku heran, membuatku melirik kesal arahnya.
“ne, wae kalau aku mengenalnya? Kau tidak terima?”
“bukan begitu, bagaimana bisa kau mengenalnya?” Tanyanya lagi.
Ku hembuskan nafas frustasi, mengapa dia begitu menyebalkan hari ini “ itu karna dramanya pernah di putar di Indonesia dan dia pernah di gosipkan dengan agnes monica, kau puas?”
“ah begitu, kau menontonnya sampai habis? Kau tau sesuatu tentang siwon hyung?” Tanya seorang namja dengan aura setan yang begitu terasa.
“ani, aku tidak suka dramanya, dan untuk apa aku mengetahui tentangnya? Kau pikir aku kurang kerjaan?” sahutku pedas.
“cish mulutmu menyebalkan sekali” balas namja itu.
“sama seperti mulut mu bodoh” entah siapa yang berbicara, yang jelas namja itu memukul kepala namja yang tadi mengataiku.
“bagaimana mungkin kau tidak tau siapa kami? Bahkan kau orang korea asli” Tanya seorang namja “ah ryeowook imnida” tambahnya sambil memperkenalkan diri, ah setidaknya namja ini lebih waras, memperkenalkan diri sebelum mengintrogasiku.
“aku tinggal di Indonesia selama 3 tahun untuk sekolah” jawabku kali ini dengan nada yang lebih ramah.
“ah elf terbanyak bahkan dari Indonesia, aku masih tidak percaya kau tidak tau siapa kami” kata ryeowook padaku.
“wookie benar, kenapa kau sama sekali tidak mencari tau tentang kami? Bahkan para antispun tau tentang kami” ucap namja yang tadi memakan pisang, sepertinya dia tidak terima jika aku tidak mengetahui siapa mereka.
Aku melirik mereka sebal, ini adalah pertanyaan yang sama yang terus di tanyakan sahabat-sahabatku, dan sekarang, aku di Tanya langsung oleh super junior, benar-benar menyebalkan.
“apa menurut kalian jika kalian adalah super junior maka semua orang harus mengenal kalian? Atau setidaknya orang-orang harus mengetahui satu persatu nama kalian? Aku tau kalian bukan orang yang seperti itu. Teman temanku selalu membicarakan tentang kalian, tidak peduli aku suka ataupun tidak, jadi kalian pikir untuk apa aku mencari tau lagi tentang kalian? Mereka yang kalian sebut dengan elf selalu tertawa tanpa alasan hanya karena melihat video tentang kalian, aku pikir itu tidak masuk akal, dan banyak sekali teman-temanku yang menangis karena kalian karena sesuatu yang buruk tentang kalian, kalian pikir aku mau menangisi orang yang sama sekali tidak mengenalku? Aku tidak benci super junior, sekali lagi aku katakan aku tidak membenci kalian, aku hanya tidak tau dan tidak ingin mencari tau tentang kalian, apa itu sebuah kesalahan?” ucapku panjang lebar, tanpa jeda sedikitpun, aku melihat wajah mereka yang menunduk, apa aku salah?
- yesung pov –
Aku melihat seluruh wajah member
menunduk setelah mendengar ucapan yeoja ini panjang lebar, aku tidak
menyalahkan siapa pun di sini, para member hanya penasaran kenapa yeoja
ini tidak mengenal kami, dan yeoja itu juga tidak salah karena dia hanya
mengeluarkan seluruh unek-uneknya.
“mianhae jika ucapan ku menyakiti kalian, aku memang orangnya seperti ini, teman-temanku bilang aku tidak menyukai kalian karena aku belum mengenal kalian, yah aku rasa benar, tapi aku bukan tipe orang yang mudah di paksa, aku tidak ingin menjadi elf karna hanya ikut-ikutan, aku akan mencoba mengenal kalian jika memang aku ingin” ucap yeoja itu lagi.
“kami yang seharusnya meminta maaf, kau benar, tidak semua orang harus mengenal kami, aku leeteuk leader super junior, senang bisa mengenalmu”
Aku dapat melihat jelas sebuah senyuman tercetak di bibirnya, ah aku sedikit tidak rela, aku yang pertama kali mengenalnya tapi mengapa dia memberi senyuman ke pada leeteuk hyung, itu sangat sangat tidak adil menurutku.
“kim yessa imnida” ucapnya sambil membungkukkan badan
“ah akhirnya aku tau nama mu” ucapku spontan yang lansung mendapat tatapan dari semua member.
“yaaaa hyung!!!! Kau membawanya kemari tanpa terlebih dahulu tau namanya?” Tanya sungmin tidak percaya.
“kau gila hyung, aku tidak menyangka kau bisa menyeret orang yang bahkan namanya pun kau belum kenal” tambah siwon yang langsung mendapat dukungan dari yang lain.
Aku hanya menggaruk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal sebagai respon atas ucapan dongsaengku, tapi apalah arti sebuah nama jika aku tetap bisa bersamanya.
“dan kau yessa, kau tau siapa yang membawamu?” kali ini shindong yang bertanya
Yeoja itu hanya menggeleng sebagai jawaban, membuat semua member tertawa terbahak-bahak.
“yaaaa, kalian tidak saling mengenal tapi bisa jalan berdua? Sungguh ajaib” kata leeteuk hyung sambil tertawa.
“aku tidak kenal dia wajar, tapi dia tidak mengenalku itu yang tidak wajar” kataku tidak mau mengalah.
“yaaa, kenapa jadi menyalahkan ku hah? Kau itu yang tidak waras, apa kau selalu membawa yeoja yang datang ke café ke hadapan para member?” kata kim yessa gusar
“ani, kau yeoja pertama yang ku bawa ke hadapan semua member” jawabku jujur
“kau orang pertama yang membuatnya mengabaikan kura-kuranya” ucapku kyuhyun sambil tersenyum senang.
“apa aku sudah boleh pulang? Aku takut halmeoni akan menceramahi ku panjang lebar jika aku pulang terlambat” kata yessa sama sekali tidak menghiraukan ucapanku dan kyuhyun.
“kau mau aku antar pulang?” tawar donghae padanya, seperti ikan buntal ini ingin aku tending.
“hahaha fishy~a kau ingin yesung hyung gila? Kemampuan setir mu sangat meragukan, kau ingin yessa cepat-cepat menghilang dari dunia ini?” kata eunhyuk menggoda pasangannya.
“ani, khamsahamnida, tapi aku bisa pulang sendiri” tolak yessa halus.
“kau ku antar pulang, aku tidak akan membiarkan seorang yeoja pulang sendiri” kataku cepat
“shireo!!! Aku bisa pulang sendiri” tolaknya tegas
“biarkan dia mengantarmu yessa, biarkan dia menjadi namja yang bertanggung jawab” kata leeteuk hyung, dan ajaibnya langsung di respon dengan anggukan oleh yessa, aish menyebalkan, kenapa dia sangat menurut pada leeteuk hyung.
“kau tidak mau kami memperkenalkan diri sebelum kau pulang?” Tanya sungmin penasaran.
“ani, kalian tidak perlu repot-repot”
“ah kau tidak mau mengenal kami rupanya” kata siwon dengan tampang kecewa.
Yessa terlihat cemas dengan tampang siwon yang kecewa, dia menenggok ke arah ku untuk meminta bantuan, sepertinya dia tidak mempunyai jawaban.
“siwon~a, biarkan dia mengenal kalian secara perlahan, tidak mudah menyukai apa yang kalian tidak suka dalam waktu dekat bukan? Sekarang biarkan aku mengantarkannya pulang” kataku membela.
“baiklah hyung” jawab siwon dengan nada tidak rela.
“aku pamit dulu, annyeong” pamit yessa sambil membungkukkan badannya.
Sepanjang perjalanan menuju mobil aku sama sekali tidak dapat menggenggam tangannya, dia terus jalan di
depanku dan terus-terusan mengabaikanku, bahkan di dalam liftpun dia terus-terusan diam membisu.
Aku membukakan pintu mobil untuk, lagi-lagi dia masuk mobil tanpa banyak bicara, membuat sedikit kesal, aku lebih sudah mendengar ocehannya dari pada melihatnya terus-terusan mengabaikanku seperti ini.
“mulai hari ini kita berpacaran” kataku sebelum memasukkan kunci, perkataan ku barusan langsung membuatnya melihat ke arahku dan membulatkan matanya.
“aku tidak”
“aku tidak meminta jawaban, perkataanku barusan adalah sebuah pernyataan bukan pertanyaan, jadi suka tidak suka, kau sekarang yeojachinguku” potongku saat dia hendak mengeluarkan kata-kata penolakan.
“yaaaa!!! Bagaimana mungkin aku jadi pacarmu sementara aku tidak mengenal namamu”
“annyeong kim yessa, kim jongwoon imnida, aku sekarang menjadi namjachingmu” kataku dengan senyum mengembang.
“NEO!!!!!!” ucapnya kesal
“ye, aku tau aku ini tampan, tidak perlu kau ucapkan” kataku bercanda
“aku sedang tidak ingin bercanda kim jongwoon” ucapnya kesal
“aku tidak bercanda, kemarikan handphone mu”
“untuk apa?” Tanyanya tapi tetap mengulurkan handphonenya ke arahku.
Aku memasukan nomor telfonku ke dalam handphone dan melakukan panggilan ke nomorku, setelah selesai aku kembali mengembalikan handphonenya.
“aku memasukan nomor telfonku”
“percuma saja, aku tidak akan menelfonmu”
“besok aku akan ke paris untuk super show, jangan coba-coba mematikan ponselmu”
“aku tidak peduli kim jongwoon~ssi”
“satu lagi, panggil aku oppa, aku ini lebih tua darimu”
“yaaaa!!!! Kenapa kau begitu menyebalkan hah?”
“kau diam, aku ingin menyetir, aku membutuhkan konsentrasi” kataku padanya, dia hendak mengeluarkan protes tapi langsung di urungkannya, dia langsung membuang pandangannya ke luar jendela, aku tau dia kesal terhadapku, aku tau aku gila, aku tidak pernah begini sebelumnya, hanya bertemu dua kali dengan seorang yeoja dan langsung mengajaknya berpacaran. Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan, aku tidak ingin mengabil resiko yang lebih besar, aku tidak ingin kehilangannya.
- FIN -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar